Menu

Mengenal Shafiyyah binti Abi Ubaid

0 Comment

Di antara para sahabat istilah Sahabat Abadilah terkenal. Mereka adalah Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Amr bin Ash. Keempat teman ini dikenal sebagai teman terakhir yang mati. Mereka memiliki istri yang sangat tidak biasa yang berasal dari kalangan sahabat, salah satunya adalah Abdullah bin Umar. Dikutip dari kemukjizatanalquran.com sekolah dasar, Ia adalah salah satu sahabat yang gerakannya sangat mirip dengan gerakan Nabi. Generasi penerus yang ingin mengetahui pergerakan Nabi juga akan memperhatikan Abdullah bin Umar, khususnya dalam hal beribadah. Kehidupannya banyak memberikan pelajaran positif kepada kerabat terdekatnya, terutama istrinya Shafiyyah binti Abi Ubaid.

Shafiyyah adalah wanita yang mulia di antara para sahabat. Dia belajar secara ekstensif dengan teman-temannya untuk meriwayatkan hadits Nabi. Buku Tahdzibul Kamal membahas tentang guru perempuan Shafiyyah diantaranya Aisyah binti As-Shiddiq, Hafsah binti Umar dan Ummu Salamah. Sejumlah Tabi’in juga meriwayatkan darinya. Saya adalah Salim bin Abdillah bin Umar, hamba Nafi Ibn Umar, Abdullah bin Dinar, Abdullah bin Shafwan dan Musa bin Uqbah. Dalam kitab Ats Tsiqat disebutkan tahapan narasi hadits ini. Itu milik narator tsiqoh.

Shafiyyah masuk Islam pada masa Nabi dan diangkat komandan oleh Umar pada 13H, kemudian mengirimkan pasukan besar ke wilayah Irak. Shafiyyah adalah salah satu kekuatan Islam yang berpengaruh di dalamnya.

Shafiyyah adalah istri istimewa yang membantu suaminya untuk selalu konsisten dalam ketaatan dan ketakwaan. Pernikahannya berlangsung dalam 16 jam pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Dalam pernikahannya Umar memberi 400 dirham, lalu menambahkan 200 dirham untuk Ibn Umar. Banyak sahabat yang hadir di pesta pernikahan tersebut, apalagi saat itu umat Islam banyak mendapat harta ghanimah dari kemenangan perjuangan Islam. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai lima putra dan dua putri. Mereka adalah Abu Bakar, Abu Ubaidah, Waqid, Abdullah, Umar, Hafsah dan Saudah. Dia selalu mendidik putra dan putrinya untuk selalu mengikuti pedoman keluarganya.

Keluarganya terlahir sebagai generasi penerus Nabi Teladan. Banyak cerita menarik dari keluarganya. Dalam kitab Nisa ‘Min Asr Attabi’in disebutkan bahwa Ibnu Umar pernah jatuh sakit dan menginginkan alkohol. Kemudian dia meminta istrinya untuk membelinya. Ketika Syafiyyah pulang dan hendak masuk rumah, seorang pengemis datang. Ibn Umar berkata: “Berikan anggur kepada pengemis”. Kemudian arak itu diberikan kepada pengemis. Ibn Umar meminta istrinya untuk membeli anggur lagi dan hal yang sama terjadi hingga tiga kali. Syafiyyah berkata kepada pengemis itu “Sesungguhnya demi Allah, jika kamu kembali lagi, maka aku tidak akan baik”. Kemudian Ibn Umar mengembalikan satu dirham dan pengemis itu tidak mengikuti Syafiyyah lagi sampai suaminya bisa makan anggur.

Suatu hari Ibn Umar yang tinggal di distrik Juhfah (tempat miqat untuk memulai ihram dalam menunaikan haji bagi masyarakat Suriah, Mesir dan provinsi barat) tiba-tiba merasa mual. Dia berkata: “Saya ingin ikan”. Teman-teman mencari ikan tapi hanya menangkap ikan yang besar. Istrinya mengambilnya dan mengubahnya menjadi memasak. Tiba-tiba orang malang itu datang dan meminta makanan. Tak lama kemudian, Ibn Umar meminta istrinya untuk memberinya ikan. Ini pelajaran yang diambil dari kepribadian Ibn Umar. Dia dikenal sebagai teman yang murah hati. Ia selalu mengajari istrinya untuk memberikan sesuatu yang menjadi hak orang miskin.

Ibnu Umar selalu gemar berinvestasi di properti mereka. Dia adalah sahabat Tuhan yang menyenangkan, karena dia selalu menolak kebutuhannya untuk diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkannya. Selain itu, ini menjadi hikmah bagi istri dalam bershadaqah dan infaq selalu di jalan Allah.

Dalam kitab Hilyatul Aulia Wa Thabaqat al-Ashfiya disebutkan bahwa Ibn Umar tidak akan kenyang kecuali jika menemukan seseorang untuk diberi makan atau teman makan. Dia adalah salah satu sahabat yang kematian terakhirnya di Mekah pada 73 Masehi. Meski kematian istrinya belum diketahui secara pasti, di salah satu buku disebutkan bahwa ia meninggal saat sudah tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *