Menu

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

0 Comment

Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan produk pinjaman yang memberikan kredit tanpa membebani calon nasabah untuk menyiapkan aset untuk dijadikan jaminan pinjaman. Dengan cara ini, tidak ada jaminan yang harus Anda berikan untuk pengajuan pinjaman. Dalam hal ini bank hanya membuat keputusan kredit berdasarkan riwayat kredit pemohon kredit itu sendiri. Umumnya, riwayat kredit dibuat ketika Anda memiliki kartu kredit, kredit sepeda motor, kredit mobil, atau hipotek. Dalam penggunaannya terdapat beberapa keunggulan yang sering digunakan oleh KTA.

Salah satunya untuk kebutuhan pengguna. Ini juga masih luas dan bervariasi. Dalam hal ini, kemampuan nasabah untuk memenuhi kewajiban pelunasan atau melunasi pinjamannya merupakan pengganti agunan. Warga negara asing (WNA) tetap dapat mengajukan permohonan, namun terbatas pada produk KTA yang diterbitkan bank saja. Oleh karena itu, WNA tidak dapat mengajukan produk KTA dari ACA, P2P Lending atau lembaga keuangan lainnya. Pinjaman P2P di sini mencakup semua daftar produk yang tersedia di halaman kategori pinjaman cepat Cermati.

Perlu diperhatikan bahwa seluruh proses evaluasi dan persetujuan calon nasabah asing dilakukan oleh Bank yang bersangkutan. Penilaian dan persetujuan ini juga bergantung pada kebijakan bank masing-masing. Pada produk KTA, limit pinjaman yang diperoleh bisa bervariasi jumlahnya. Umumnya bank akan memberikan pinjaman tunai hingga Rp 200-300 juta sesuai syarat dan ketentuan masing-masing bank.

Bank akan menghitung lebih lanjut kapasitas pembayaran calon pemohon pinjaman. Semakin tinggi pendapatan Anda, semakin banyak pinjaman yang Anda dapatkan dari bank. Selain besarnya pendapatan, besarnya pinjaman yang diberikan juga dipengaruhi oleh limit kartu kredit yang dimiliki oleh pemohon kredit. Jumlah pinjaman biasanya bisa 4 hingga 5 kali lipat dari batas kartu kredit yang Anda miliki. Bank biasanya akan menyetujui pengajuan KTA Anda meskipun total cicilan KTA per bulan tidak melebihi 40-60% dari total penghasilan Anda.

Debt Ratio adalah perbandingan pendapatan atau gaji bulanan dengan angsuran kredit terus menerus. Sangat disarankan agar Anda menjaga rasio total hutang terhadap cicilan bulanan agar tidak melebihi 40% dari pendapatan bulanan Anda. Pasalnya jika hubungan semakin rawan utang, Anda bisa yakin akan terbebani untuk memenuhi kebutuhan. Di sisi lain, semakin rendah rasio utang terhadap PDB, semakin banyak dana yang akan digunakan untuk tabungan. Bank juga menggunakan rasio ini untuk mengukur posisi keuangan calon debitur. Mereka biasanya menetapkan rasio tidak lebih dari 30% untuk mengantisipasi risiko kredit macet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *